Bagaimana Proton bekerja?

Proton bukan emulator yang menjalankan seluruh sistem Windows. Proton menyediakan lapisan kompatibilitas agar program Windows dapat menggunakan layanan Linux secara langsung.
Contohnya:
- Wine menangani banyak fungsi API Windows.
- DXVK menerjemahkan Direct3D 9, 10, dan 11 ke Vulkan.
- VKD3D-Proton menangani Direct3D 12 melalui Vulkan.
- Driver NVIDIA menjalankan pekerjaan grafis
Pendekatan ini memungkinkan game berjalan dengan performa yang sering kali mendekati Windows, meskipun hasilnya bergantung pada game, driver, dan konfigurasi.
Mengapa game Windows bisa berjalan dengan baik?
Ada beberapa faktor teknis yang membuat Proton efektif.
- Penerjemahan API grafis: DirectX diterjemahkan ke Vulkan, bukan sekadar dijalankan melalui implementasi DirectX Windows.
- Shader caching: Shader yang sudah dikompilasi dapat disimpan agar tidak perlu selalu diproses dari awal. Namun, kompilasi shader tetap bisa menyebabkan stutter.
- Kompatibilitas Windows: Banyak fungsi Windows ditangani oleh Wine tanpa perlu menjalankan kernel Windows.
- Optimasi spesifik game: Proton memiliki konfigurasi dan perbaikan untuk mengatasi masalah kompatibilitas tertentu
Apa saja yang tidak bisa dijalankan Proton?
Masalah terbesarnya bukan selalu GPU, tetapi kompatibilitas perangkat lunak.
berikut masalah masalahnya
- Anti-cheat tingkat kernel (Bisa menghalangi game berjalan di Linux)
- Launcher khusus (Kadang gagal dibuka atau perlu perbaikan)
- DRM tertentu (Dapat mencegah game berjalan)
- Game dengan bug kompatibilitas (Bisa mengalami crash, suara bermasalah, atau grafis rusak)
- Game yang tidak mendukung Vulkan dengan baik (Bisa memiliki performa yang kurang optimal)